BLOGGER TEMPLATES AND Twitter Backgrounds »

Friday, December 31, 2010

jatuh hati tapi x boleh kahwin lagi =(

1. Saya da jatuh hati kat die la… camne lak ni?



“Dan kahwinkanlah orang-orang yang sendirian (bujang) di antara kamu”.

Surah An-Nur: 32



"Nikah adalah sunnahku (jalan agamaku), maka barangsiapa yang cintakan agamaku hendaklah dia menjalankan sunahku itu”.

Riwayat Abu Ya’la dari Ibnu Abbas



“Berkahwinlah supaya kamu menjadi ramai, bahawasanya aku bermegah-megah dengan kamu akan segala umat pada hari kiamat hingga dengan anak yang gugur dari perut ibunya”.

Riwayat Abu Bakar bin Mardawiyah dari Ibnu Umar



2. Tapi saya x cukup duit laaaa nak kawin…. Huhu



“Dan orang-orang yang tidak mampu kahwin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya”.

Surah An-Nur : 33



Rasulullah S.A.W bersabda :

“Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekelian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, kerana sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu”.



3. Memang saya xcukup duit / xmampu nak kahwin, tapi kalau saya diam je, nanti kena “kebas” lak ngn org lain.…



Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

Surah Al-A’raf : 128



“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”

Surah Al-Hajj : 40



“Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Surah Alam Nasyrah : 5-6



Dikisahkan ketika tiba musim untuk memetik buah tamar, para sahabat r.a tidak sempat untuk memetik buah tamar kerana panggilan jihad daripada Rasulullah S.A.W. Lantaran itu, mereka meninggalkan kebun tamar mereka tanpa dipetik. Setelah berbulan mereka pergi berjihad, alangkah gembiranya hati mereka kerana Allah S.W.T masih lagi memelihara buah tamar mereka seolah-olah mereka meninggalkan kebun mereka semalaman.



Jika tentang kisah tamar Allah mampu memelihara, bagaimana pula tentang orang yang kita minat? Bertaqwa kepada-Nya, nescaya Allah juga mampu pelihara dia untuk dijadikan dia sbg jodoh kamu..





4. Tapi saya da syok kat dia.. I can’t live without him/her..



“Katakanlah kepada orang lelaki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Surah An-Nur : 30



“Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”.

Surah Al-Jatsiyah : 18



“Orang yang berjihad itu ialah mereka yang berjihad menentang nafsunya”.

Riwayat Bukhari



5. Ala.. saya bercinta bukan slalu pon dapat jumpa dia.. dia duduk jauh.. ktorang xpenah pon berdua-duaan…



“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”.

Surah Al-Isra : 32



“Pandangan adalah panah beracun dari panah-pandah Iblis. Barangsiapa yang menundukkan pandangannya dari keelokkan wanita yang cantik karena Allah, maka Allah akan mewariskan dalam hatinya manisnya iman sampai hari kiamat”.

Musnad Ahmad



“Mata boleh berzina dengan melihat, lidah boleh berzina dengan bercakap, tangan boleh berzina dengan berpegangan. Kaki boleh berzina dengan berjalan ke arah tempat maksiat. Hati pula boleh berzina dgn merindui, mengingati dan membayangi si dia”.

Riwayat Bukhari Muslim



6. Tapi saya bukan hensem/ lawa mana pun, saya pun risau saya xde jodoh.. saya rasa cuma dia seorang je yang boleh terima saya..



“Maha Suci Tuhan Yang telah menciptakan makhluk-makhluk semuanya berpasangan, samada dari yang ditumbuhkan oleh bumi atau dari diri mereka ataupun dari apa yang mereka tidak mengetahuinya”.

Surah Yasin : 36



“Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi”.

Surah Az-Zukhruf : 12



“Diantara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa kasih dan sayang”.

Surah Ar-Rum : 21



7. Rasa macam susah jek nak cari jodoh.. give up lah saya camni!



Abdullah Ibnu MAs’ud pernah berkata :

“Seandainya umurku hanya tinggal 10 hari sahaja untuk aku hidup, nescaya yang ku sukai ialah berkahwin supaya aku tidak menemui Allah s.w.t. (mati) dalam keadaan aku bujang”.



Dari Aisyah r.a. dari Rasulullah s.a.w., baginda telah bersabda :

“Barangsiapa yang mempunyai keluasan rezeki hendaklah berkahwin”.

Riwayat Ibnu Majah.



Rasulullah s.a.w. telah bersabda:

"Barangsiapa yang tidak beristeri kerana takutkan kepapaan maka dia bukan dari golongan kami”.

Riwayat Abu Mansur Al-Dailami



Kesimpulan :

Cinta itu fitrah manusia, tapi jangan dijadikan ianya alas an untuk kita bercinta tanpa batasan. Kalau mampu, segera lah berkahwin. Kalau x mampu? Tahanlah nafsu!



Memang sedih tidak dapat bersama orang yang kita cintai / cinta tak berbalas, tapi lagi malang jika Allah tidak menyintai kita sebagaimana Allah menyintai para hamba-Nya yang betaqwa. Silap2 kita masuk Neraka-Nya dek kerana cinta nafsu kita!



Jika kita menjaga hubungan dan menolong agama Allah, PASTI & PASTI Allah jadikan dunia tunduk pada kita.. Salafusoleh telah pun berjaya, KENAPA KITA PULA TIDAK BOLEH BERJAYA SPT MEREKA?

Wednesday, December 29, 2010

Liverpool 0 Wolverhampton Wanderers 1 ( English Premier League, 29 December 2010 )


Liverpool's David Ngog ( in red ) battles for the ball with Wolves' Richard Stearman




Liverpool's lack of match practice cost them dearly as they lost an eighth Barclays Premier League match of the season as bottom side Wolves won away for the first time since late March.

Snowy weather had forced the postponements of games against Fulham and Blackpool, meaning the Reds had not played in the league for 18 days.

That showed as they lacked invention and energy - even with the return of Steven Gerrard from six weeks out - but the visitors did have that spark and ended a run of six successive defeats away from home thanks to Stephen Ward's first Premier League goal.

The last time Wolves won at Anfield was 27 years ago next month when Steve Mardenborough scored the only goal of his Wanderers career.

But there could be no complaints from the home side who did not do nearly enough to extend a six-match unbeaten home record stretching back to their fateful loss to newcomers Blackpool on October 3.

Those were the dark days of the Reds' campaign, when they were lingering in the relegation zone after their worst start for 57 years.

Roy Hodgson cannot afford a return to those times with his side 12th in the table and owners New England Sports Ventures still deciding how much money they are willing to give the manager to strengthen the squad in next month's transfer window.

All but Martin Skrtel, Sotirios Kyrgiakos and Dirk Kuyt, had not seen any competitive action since the 3-1 defeat at Newcastle on December 11.

The aforementioned trio had played small parts in the goalless Europa League draw at home to Utrecht but the rest had spent the last two and a half weeks training at Melwood.

It was not apparent from this display as there was a lack of cohesion and fluidity which Wolves were only too happy to take advantage of.

The minute's applause for former Liverpool defenders Avi Cohen, who died aged 54 after a motorbike accident, and Bill Jones - grandfather of Reds right-back Rob Jones - who passed away aged 89 - had barely faded away before Raul Meireles had a chance to put the hosts ahead.

Maybe the lack of match practice contributed to his failure to open the scoring after just seven minutes but it was a poor excuse if so.

Fernando Torres' quickly-taken free-kick left George Elokobi floundering but the Portugal international shot straight at goalkeeper Wayne Hennessey and Richard Stearman cleared the loose ball.

Liverpool's strikers fed on scraps throughout - Torres did not have one opportunity - as Wolves pressurised the man in possession and defended solidly.

David Ngog's left-footed shot from 25 yards was easily claimed by Hennessey as Liverpool struggled to break down Wolves, who were enjoying plenty of possession themselves.

With the visitors finding room on their left it prompted a tactical switch, with Gerrard moving to the right and Meireles returning to the centre where he had enjoyed his best performances.

It lasted only until half-time as Gerrard reverted to the middle.

Again the Reds could have taken an early lead as Dirk Kuyt's pass to Glen Johnson inside the penalty area set up Ngog but he hooked wide from six yards.

Wolves defender Ronald Zubar was slightly closer with his shot on the turn as he at least forced Jose Reina, on his 200th Premier League appearance, into a low save.

It was an omen of things to come as in the 56th minute the visitors took the lead after a mix-up between Skrtel and Kyrgiakos allowed Sylvan Ebanks-Blake's through-ball to squeeze between them.

Ward raced in behind to poke home the first goal conceded at Anfield in 478 minutes in all competitions.

Ngog was replaced by Ryan Babel just past the hour, a decision met with derision by the Kop - who not for the first time this season briefly chanted the name of Kenny Dalglish.

Liverpool were wobbling and only a last-gasp block by Johnson prevented Jarvis making it 2-0.

Hodgson's final two substitutions sent on Joe Cole and Fabio Aurelio for Meireles and Paul Konchesky.

Two minutes from time Skrtel headed in Gerrard's free-kick but he was well offside.

Wolves fans sang "How bad must you be? We're playing away" and on the night it was difficult to argue with that.

The Kop appeared to be in agreement, responding with "Hodgson for England".

Teams:

Liverpool Reina, Johnson, Kyrgiakos, Skrtel, Konchesky (Aurelio 73), Kuyt, Gerrard, Lucas, Meireles (Cole 73), Torres, Ngog (Babel 62).

Subs Not Used: Jones, Agger, Maxi, Poulsen.

Booked: Johnson.

Wolverhampton Hennessey, Zubar, Stearman, Berra, Elokobi, Foley, Milijas, Hunt, Jarvis (Edwards 89), Ward (Fletcher 78), Ebanks-Blake.

Subs Not Used: Hahnemann, David Jones, Bent, Mujangi Bia, Batth.

Booked: Elokobi.

Goals: Ward 56.

Att: 41,614

Wednesday, December 15, 2010

special for u...=)

Tahukah,



saat aku memilih untuk tidak menghubungimu,



saat aku memilih untuk menjauhimu,



saat aku memilih untuk meninggalkanmu,



Segalannya hanya kerana TAKUTKAN KEHILANGAN CINTA ALLAH.



Tahukah?? Tahukah??







Tahukah,



setiap hari aku manahan hati dari menghubungi,



setiap hari aku merasa sukar untuk menjauhinya,



setiap hari aku sakit meninggalkanmu..



setiap hari juga deraian air mata menemani sujudku di Atas Sajadah Cinta.



Tahukah?? Tahukah??







Sedarkah kau,



ada satu ikrar yang aku semat selamanya..



"aku mencintaimu kerana Agama yang ada dalam dirimu. Jika hilang Agama itu maka hilanglah rasa cintaku"







Malangnya, acap kali aku mendengar dan melihatmu jauh berubah.



Acap kali juga aku berusaha untuk bersangka baik..



"Mungkin dia terlupa tu..."







Satu hari,



aku dikhabarkan kau dapat melanjutkan pelajaranmu..



ada sinar kegembiraan diwajahku.



Aku sangat-sangat gembira.







Tapi kegembiraan itu aku sembunyikan.



Sehinggalah satu saat aku sendiri melihatnya.



OHHHHHH KENAPA KAU BERUBAH??







Bukankah kau tahu tentang batas pergaulan??



Apa perkara yang menghalalkan untuk kau keluar bersamanya??



mungkin kau boleh mengatakan, "kami keluar bukan berdua.."



aku menjawab "tapi kamu berpasangan kan??!!!"



apa lagi alasannya??







Ya...



cinta...



adalah sesuatu yang indah...



bila seseorang melaluinya...



yang gemuk disayang...



yang kurus jua disayang...



yang hodoh disayang...



yang hensem jua disayang...



xda jahat...



xda baik...



merasa si dia tetap baik...sehingga,



kata-kata hati mendahului bayangan normal pemikiran...



boleh menguasai emosi...



bila angau, diri mendahului kewajaran perbuatan...



bisa menguasai fizikal...



bila rindu, merasa jantung seolah dicabut kerana mengingati si dia...



sampai makan tak lalu, xda selera...mcm2







sungguh butanya cinta kerana dipandu oleh nafsu...



sungguh cinta itu pencipta maksiat bila tak dikawal dengan batasan syariat...







merasa bangga dengan kebahagiaan yang dipaparkan pada tatapan umum (fb)...



kebahagiaan yang kononnya tercipta melalui hubungan dua hati...



hubungan yang kita sebenarnya tahu, ia adalah terjalin kerana fitrah...



ya, fitrah tetapi bila dipandu luar batasan syariat...



semua dosa dirasa pahala...



semua maksiat dirasa amalan baik...







rupanya kita telah melupai sesuatu...



iaitu Si Pemberi cinta...



yang menciptakan cinta...



yang melahirkan rasa cinta dalam diri kita...



yakni Dia Yang Maha Mencintai...







rupanya kita tak sedar...



kita telah membelakangkan Si Pencipta dan Pemberi cinta...



kita asyik mengkhayal cinta yg diberikan si llk/ppuan...



pada hal dia juga menumpang pemberian Si Pencipta cinta...







sedar tak sedar...



kita cuba mempermainkan Allah...



kita mengkhianati Allah...



kita telah memperlekeh Allah...



di depan kita sujud padaNya...



di sebaliknya kita cuba membuang syariatnya...



buang ke mana? sesungguhnya mereka hanya merasa syariat Allah ini sebagai sampah!



apa buktinya? lihatlah! apa yang anda lakukan bila menjalin hubungan cinta sebelum kahwin.







saya di sini bertanggungjawab terhadap kesedaran ini...



menegur dan memanggil membawa perubahan...



mengajak berusaha dalam membetulkan perjalanan hidup...



perjalanan hidup yang sentiasa di landasan al Quran dan Sunah...



mengambil balik amalan hidup Rasulullah SAW, para sahabat, dan wanita-wanita soleha di zamanNya...



yang segaja kita ketepikan selama ini...







semoga di saat ini kita megambil keputusan yang besar...



melahirkan rasa rendah diri dan meminggirkan ego...



cuba mengambil kebaikan tanpa mencari keburukan...



setkan minda dengan kewajaran fikiran dan toleransi ilmu yang betul...



semoga kita semua mula bertindak mengubah maksiat kepada keimanan...







saya mujahadah ingin memesan:



"betapa berat dan sakitnya sesuatu keputusan besar dalam hidup kita, yang mana keputusan itu memberi kesan besar pada emosi dan fizikal. namun perasaan sakit itu bukanlah selamahnya...dan sepatutnya tak wujud sakit itu jika keputusan itu diiringi fikiran yang waras dan iman yang batul. yakinlah...pasti itu memberi kemanisan dan kepuasan kerana kita berada di tampat yang betul"







-bukan nak menganggap anda selalu salah, bukan juga merasa diri ini sempurnah, cuma nak cetuskan satu perubahan dalam diri kita semua. yakni ke arah hidup yang diredhaiNya. ketahuilah, jika anda mengambil keputusan besar itu... ANDA HARUS MENGETAHUI, UNTUK APAKAH ANDA MENGAMBIL KEPUTUSAN ITU...



sekian...

Liverpool 0 Utrecht 0 ( Europa League Group K Matchday 6, 15 December 2010 )


Liverpool's nathan Eccleston ( left ) controlling the ball



Liverpool may have given children free tickets for the Europa League tie against Utrecht at Anfield but even they will have felt short-changed by the disappointing goalless draw against Utrecht at Anfield.

Manager Roy Hodgson had pledged to play his one fit star name, Fernando Torres, but had a last-minute change of heart after being persuaded otherwise by his medical staff.

With the Reds already qualified for the last 32, it led to a turgid and uninspiring night which highlighted the lack of depth in the squad.

Hodgson had initially planned to give Torres pitch time to rediscover his goalscoring touch - goalkeeper Jose Reina was also expected to start but he was left out of the squad altogether - but was forced to watch the entire 90 minutes from the bench instead.

There was some semblance of logic behind the idea but to play the striker in a game which was a dead rubber, with Liverpool already through as group winners, was always going to be a risk.

"I had a change of heart [on starting Fernando Torres]," admitted Hodgson prior to kick-off.

"I was seriously considering giving him a start but I had a talk with our fitness people and they convinced me it may not be the wisest move."

Torres' absence robbed Liverpool of their one genuine attacking threat and, as a result, the first half was not one which will live long in the memory of those young fans who benefited from the club's generous ticket offer.

The one piece of excitement they witnessed was when Milan Jovanovic, who scored against Steaua Bucharest in Romania a fortnight ago, rattled the crossbar with an eighth-minute long-range shot.

Aside from that the home side never established a rhythm, which was partly down to the fact Hodgson made 10 changes to the team which lost to Newcastle at the weekend with only Martin Skrtel, captaining the team on his 26th birthday, surviving.

The team still contained the likes of Joe Cole, Ryan Babel, Jovanovic, Christian Poulsen and Fabio Aurelio but also included 19-year-old Nathan Eccleston, making his first start, and 18-year-old Danny Wilson on only his second appearance.

It contributed to a disjointed performance which very rarely rose above mediocre.

Utrecht, for their part, arrived at Anfield knowing they could not qualify for the last 32 but even with that freedom they too could not muster a display to excite their 4,000-strong travelling contingent.

And they suffered a blow just before half-time when top scorer Ricky van Wolfswinkel left the pitch on a stretcher and was taken to hospital with a suspected broken collarbone after falling awkwardly.

Hodgson made a change at the interval but it was not the one the crowd were wanting, with Sotirios Kyrgiakos replacing Skrtel.

Babel was first to threaten 10 minutes after the restart when his run to the edge of the penalty area saw him fire wide of Michel Vorm's right-hand post.

Eccleston then departed to allow another promising youngster, Dani Pacheco, to enter the fray.

But Babel was looking Liverpool's most likely goalscorer and he came within inches of connecting with Kelly's low cross into the six-yard box.

Hodgson's final substitution had more than a touch of sentimentality about it, giving Dirk Kuyt a run-out for the final 18 minutes against his former club when he replaced Jovanovic.

It posed the question quite why Torres was included in the match squad at all.

Late on Cole looked certain to score but had his low shot charged down by Keller after Vorm had spilled Aurelio's cross.

That summed up the England midfielder - and Liverpool's - night.

Sunday, December 12, 2010

Newcastle United 3 Liverpool 1 ( English Premier League ,11 December 2010 )

Andy Carroll and Joey Barton combined to hand Alan Pardew a winning start to his Newcastle reign as jeers turned to cheers at St James' Park.

The 21-year-old England international's 10th goal of the season cemented a priceless victory for the Magpies after Scouser Barton's 80th-minute strike had restored their lead.

Skipper Kevin Nolan, another native Liverpudlian, had got the Magpies off to the perfect start with a 15th-minute opener, but Dirk Kuyt looked to have snatched a point for the visitors when his 50th-minute shot was deflected past keeper Tim Krul by the unfortunate Steven Taylor.

A delighted crowd of 50,137 had arrived determined to voice their fury at owner Mike Ashley's decision to sack Chris Hughton, and they did just that.

However, they left delighted with what they had seen as Pardew's charges responded in the only fashion they could.

As traumatic weeks go - and Newcastle have had a few in recent times - the last one on Tyneside has been right up there with the most trying, and there was a rebellious air around St James' once again in the run-up to kick-off.

The Toon Army made their feelings abundantly clear outside the stadium before the game, and did so in greater numbers once it was under way.

There were repeated choruses of "Stand up if you hate Ashley", "Get out of our club" and "There's only one Chris Hughton" among some less savoury offerings, while one banner read simply, "Thank you, Chris".

Indeed, as Pardew made his way to the dug-out for the first time, he did so almost unnoticed.

But both he and Ashley, sitting alongside managing director Derek Llambias, were on their feet within 15 minutes as the focus turned to what was happening on the pitch rather than off it.

The opening goal may have been fashioned on Merseyside, but it did not go to the men in red as two Scousers combined to open the door.

Barton's free-kick was floated perfectly to the far post for Carroll to win a muscular challenge with Sotirios Kyrgiakos and head down for Nolan to fire home his eighth of the season from close range.

The sense of unity fostered by Hughton during his tenure was there for all to see as Nolan was mobbed by his team-mates with the Toon Army celebrating.

Krul had earlier had to palm away a Kyrgiakos snapshot after referee Lee Mason, whose display was at times mystifying, awarded the visitors a soft free-kick for Jose Enrique's challenge on Glen Johnson.

But in an open encounter, both keepers had to remain alert throughout with Liverpool moving the ball well in an attempt to create space for the returning Fernando Torres, while Newcastle relied largely upon the physical presence of Carroll and strike partner Shola Ameobi.

The pair combined to great effect on the half hour when Carroll blasted in a low drive from Ameobi's lay-off which forced Jose Reina into a smart save, and the latter saw a 36th-minute effort fly just wide after it clipped Martin Skrtel's heels with the keeper already committed.

In the meantime, Enrique had been in the right place at the right time to keep out Raul Meireles' shot after it had been deflected towards goal by David Ngog, and Kyrgiakos headed a Meireles corner across the face of goal in first half injury time with Liverpool making a big push.

That trend continued after the restart and the visitors were level within five minutes, thanks in part to a slice of good fortune.

Kuyt did well to trick his way past Sol Campbell, but his shot was deflected past Krul by the unwitting Taylor and crept inside the far post.

Liverpool flexed their muscles and could have taken the lead twice within seconds as Torres first headed straight at Krul and then failed to beat him one-on-one after getting in behind a ragged home defence.

However, the Magpies responded and went close themselves when Barton crossed from the left for Carroll to dive in and head over as the ball dropped just over Skrtel's head.

Substitute Nile Ranger, on for the injured Ameobi, might have announced his arrival in style when he ran on to Carroll's 64th-minute knockdown and eased Skrtel off the ball, but his shot from a tight angle flew wide of the far post.

But they took the lead once again with 10 minutes remaining when Carroll and Ranger both helped on Krul's clearance and Barton stole in to snatch all three points.

The stage was set for a nervy conclusion, but Carroll prompted a collective sigh of relief when he crashed home a superb left-foot strike from 25 yards to wrap up a vital win.

Teams:

Newcastle Krul, Simpson, Steven Taylor, Campbell, Jose Enrique, Barton (Routledge 90), Nolan (Smith 87), Tiote, Gutierrez, Carroll, Ameobi (Ranger 63).

Subs Not Used: Harper, Guthrie, Lovenkrands, Perch.

Booked: Gutierrez, Tiote.

Goals: Nolan 15, Barton 80, Carroll 90.

Liverpool Reina, Johnson, Kyrgiakos, Skrtel, Konchesky, Kuyt, Meireles, Lucas, Maxi (Jovanovic 85), Torres, Ngog (Babel 72).

Subs Not Used: Jones, Aurelio, Cole, Poulsen, Kelly.

Booked: Johnson.

Goals: Kuyt 49.

Att: 50,137

Saturday, December 11, 2010

perkhabaran cinta......~~

Aku khabarkan tentang cinta kepada kalian dan juga untuk tatapan diriku. Cinta yang memang tidak pernah putus-putus. Lantas kebahagian, cinta diraih lalu impian disulam bersemadi. Tidak akan terputus dari susunan kata yang terungkap indah lalu diikat rapi dengan terbuktinya melalui perlakuan sang pencinta itu sendiri.

Keunikan Cinta.

Dengan cinta, suka boleh menjadi duka. Cinta juga, cuka boleh menjadi madu yang manis. Dengan cinta, impian bersama cuba digapai. Keburukan ternyata dilihat menjadi amat menawan. Segala yang terungkap pada setiap kata-kata yang manis. Lalu kita membicarakan tentang cinta. Di sini, didefinisikan makna cinta dan dikatakan setiap helaian kamus anda akan menjumpai makna disebaliknya. Setiap jarak dari jasadmu kau akan jumpa pengertiannya. Bila kita berbicara tentang cinta seolah-olah kita arif bagai kita yang mencipta segala cinta yang tercipta. Diungkapkan madah-madah cinta seperti kita sang pujangga yang hebat?

Apakah cinta itu pada hubungan Adam dan Hawa dan kisah-kisah manusia lantas hangat dibicarakan dengan dengan penuh kasih kononnya disaluti bait-bait ilmunya. Aku tidak mampu menjelaskan apa itu cinta tapi aku cuba fahami melalui jelas sifatnya cinta itu sendiri. Analogi cinta sebagaimana Iman, tersembunyi dalam hati terbuktinya pada setiap tindakan dan kata. Pada setiap langkah yang dipacakkan dan nafas yang dihembus. Iman yang dipahatkan bersulamkan takwa dan hati seorang hamba.

Cinta Dipahat pada Jalur Pengorbanan.

Sifatnya terukir pada sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang dilihat tidak ada jelas bezanya untuk sesiapa pun. Jadi cinta itu sebuah pengorbanan lalu Juliet dan Romeo terkorban. Majnun menjadi tidak waras dan gila kerana Laila. Cinta si ibu kepada anaknya tidak terhingga untuk membesarkan anaknya dan seorang ayah sanggup berhujan berpanas memberi kehidupan yang selesa kepada sebuah keluarga.

Pada cinta itu wujudnya sebuah kenikmatan yang agung. Kenikmatan Yusuf a.s. memilih kehidupan di penjara kerana dilihatnya nikmat sebenar di sana. Dan kerana cinta Rasul diutuskan dan diwahyukan setiap kata-katanya daripadanya diambil untuk panduan dan bekalan kita semua. Oleh sebab nikmat jugalah pejuang teragung Muhammad s.a.w. tidak pernah berhenti berjuang.

Bicarakan tentang Cinta.

Maka ada bezanya antara cinta sang jejaka dan Syed Qutb. Aku cuba jelaskan bezanya di sini. Apabila kau baca lihat makna cinta, lantas kau lontarkan hanya ada kepada seorang manusia. Dan aku jarang mendengar tentang cinta teragung yang pernah dunia dan isinya melihatnya .Cinta yang dahsyat dipamerkan sebagai bukit kecintaan hakiki kepada Penciptanya yang Agung.

Aku punya pendapat dan pandangan sendiri. Bagiku cinta itu bezanya pada dasarnya. Pada apa yang kita cuba usaha untuk pegangi. Sebagai contoh Cinta Romeo dan Juliet dipegang pada dasar manusiawi. Maka matinya Romeo, matilah Juliet. Begitu juga cinta Majnun dan Laila, ditolaknya Laila cinta si Majnun, gilalah Majnun.

Dilihat pada situasi yang lain di mana cinta itu dihamparkan. Pada segenap keindahan noktah Penciptanya. Pada Dia Pemilik dan Pencipta cinta. Pada Dia yang menganugerahkan setiap rasa dan pada naluri. Maka Syed Qutb berdiri berani berhadapan ke tali gantung kepada Tuhannya. Dan kerana cinta itu pada kuncinya adalah satu, hanya kepada Allah. Yang tidak terjangkau oleh masa. Dia ingin berikan hadiah yang paling terbaik kepada Kekasihnya. Hatta, nyawa, jasad, hartanya, kekuatannya dan segala apa yang dimiliki olehnya adalah pinjaman daripada Pencipta. Kekasihnya yang hakiki dan cinta abadi. Letakkan cinta pada tempat yang seadil-adilnya.

Kembali aku kepada nilai kehidupan yang kujalani, lantas aku bertanya adakah semuanya kulakukan bagai seperti apa aku katakan? Adakah selama ini benar kuletakkan cinta yang agung pada Tuhanku dan Nabiku?

Aku juga tidak membantah apatah lagi menentang kecintaan kalian pada manusia kerana aku juga punya cinta itu pada hatiku. Akan tetapi aku mahu aku dan kalian juga meletakkan cinta pada tempat yang benar dan hak. Itulah yang selayaknya kerana aku tahu cinta yang wujud dalam diri adalah daripada cinta Penciptanya jua. Cinta yang kekal selama-lamanya adalah cinta dari Dia. Dia Maha Penyayang dan lagi Maha Mengasihani......

janagn salahkan cinta....??

Hati manusia sangat fleksibel, tersentuh, mudah bimbang tatkala takdir tidak sebulu dengan fitrah, tatkala diserang malapetaka di luar dugaan resah bukan kepalang, akal separa waras. Bila keinginan diharapkan menemani, datang pula bebanan menghantui. Kenapa, mengapa, apa berlegar, berputar ligat membunuh daya mampu dan mahu. Mampu, dalam erti kata berpecak silat menentang badai, dan mahu, berubah.

Berkali-kali kita diingatkan, manusia tidak sirna dari dugaan, sering diduga dan menduga. Tabi-'e alam, memang kita memerlukan antara satu sama lain, tiada siapa bisa mendabik dada dia boleh hidup tanpa perlu kepada manusia lain, hatta hartawan sendiri masih memerlukan khidmat orang bawahan, mengaji mengurus dan sebagainya. Justeru itu, masalah akan ada di mana-mana tanpa dipinta, cuma kita disarankan agar berhati-hati, sedia, sabar, dan belajar dari masalah tersebut.

Jodoh, adalah hal berkaitan dengan fitrah, mahu tidak mahu setiap daripada kita pasti dipaksa bergelumang meredah mehnah, suka duka, jerih perih sebelum bahagia dalam rumahtangga direalitikan. Manusia tidak selama-lama akan kebal, pasti ada satu saat dia akan tunduk, jatuh. Oleh kerana itu, Islam mengajar agar kita tidak sombong untuk belajar daripada alam, pengalaman, sirah buat pendinding kalis kecewa, sengsara, dan lara. Kita kian tenang dalam damai ketika mencari cinta Ilahi nan abadi.

Kita mesti selalu jadi baik, agar yang baik juga Allah Taala jodohkan untuk kita. Cinta yang dicari baik, tetapi cinta yang ditemui lebih baik lagi. Keluarga ibarat sebuah negara, suami ialah seorang pemimpin menerajui sebuah kerajaan besar, tidak boleh dipandang enteng. Berjaya atau tidak seorang suami itu dilihat berjaya atau tidak anak buah di bawah jagaannya.

Perkahwinan yang sempurna bukanlah sentiasa sempurna, melainkan ketidak-sempurnaan yang ditangani dengan kemahuan pada agama, syari-'at aturan daripada al-Quran dan as-Sunnah. Tiada apa yang sempurna dalam dunia ini kerana ini hanyalah dunia. Tidak penting di mana kita bermula, tetapi lebih penting di mana kita akan berakhir.


"Kali ini sudah dua kali peluang saya berikan, tapi abang masih tidak mahu berubah..." rintih seorang isteri bila mana tahu si suami main kayu tiga.

Kadangkala kita terlalu mengharap sesuatu yang ideal sehingga kita terlepas pandang dengan segala kebaikan yang ada pada pasangan di depan mata, hingga kita cuba membandingkan dengan insan lain.

Salah kita juga, dulu bercinta bagaikan hilang waras manusia normal, bibir hanya berbicara kebaikan pasangan sahaja, memuji kecantikan pasangan. Bila dah akad, pasti kebaikan juga diharapkan, namun panas tidak selalu sampai ke petang, bila ada step tersilap, maka mulalah persoalkan ini dan itu.

Cabaran hidup berkeluarga tidak seindah yang diimpikan, khabar tidak seindah rupa. Tidak boleh menjadi idealistik. Banyak tanggungjawab harus dipikul, banyak keseronokan masa bujang yang terpaksa dikorbankan, karenah anak-anak yang bisa menggugat kesabaran. Bila dah berumahtangga suami isteri bukan sahaja berkongsi satu bilik, satu katil, satu almari, tapi juga satu rasa, satu tanggungjawab. Bebanan kewangan diatasi, dikoreksi bersama.

Di sini, cinta akan mekar berputik, kekurangan ada di sebelah pasangan dilengkapkan pasangan lain. Usia perkahwinan juga akan melalui pra-matang, maka dalam tempoh demikian, terlalu banyak agenda perlu dirangkumkan, apa patut didahulukan, dan mana patut dikemudiankan.

SEBELUM KAHWIN

Berusaha menjadi terbaik untuk mendapat yang terbaik, bukan menilai orang lain baik tapi diri sendiri tiada usaha menjadi baik. Maka segalanya dilakukan dengan usaha dan niat yang ikhlas, niat baik akan dipertemukan dengan takdir-Nya yang baik-baik. Kebaikan kita dinilai oleh masa, kalau umur dah berginjak 20-25 tahun, tapi masih bermain PSP, baca majalah mangga, belek komik bersiri, bukankah teramat jauh untuk jadi baik.

Allah Taala berfirman, bermaksud: "...perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik dan lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik. Mereka (yang baik) itu adalah bersih dari (tuduhan buruk) yang dikatakan oleh orang-orang (yang jahat)" (Surah An-Nur, 24:26)

Benar kita boleh berlakon, depan orang cerah perut ibu mengandung, tapi sampai bila, tembelang kalian pasti dapat dihidu, bila dah kahwin semua itu sudah tiada lagi, kembali pada perwatakan sebelumnya.

Kalian berhak memasang cita-cita, memiliki isteri mampu menjaga pakaian dan makan minum, mendamba isteri rajin bertadarrus al-Quran dan bertahajjud malam, isteri rajin dalam kerja-kerja dakwah, mengimpikan isteri melahirkan zuriat soleh dan solehah, menginginkan isteri berkongsi suka dan duka, kalian boleh buat demikian, tapi sanggupkah kalian juga menjadi seperti apa seorang isteri harapkan, menemani di kala tahajjud, menyediakan pakaian dan makan minum, menjadi pemimpin baik buat dirinya dan anak-anak yang soleh dan solehah.

Mereka bertadabbur, dan memahami kalam Allah satu ini;

Allah Taala berfirman, bermaksud: "Kaum lelaki itu adalah pemimpin dan pengawal yang bertanggungjawab terhadap kaum perempuan..." (Surah An-Nisaa', 4:34)

Menetapkan niat untuk menjadi lelaki yang baik untuk keluarganya serta hasrat untuk melahirkan generasi baru yang membawa ad-Deen merupakan usaha yang murni. Sudah tentu usaha sedemikian memerlukan keteguhan dan kecekalan serta usaha yang berterusan sambil memohon pertolongan Ilahi. Niat yang baik akan menatijahkan hasil yang baik.

Seorang lelaki menyukai perempuan yang mempunyai sedikit sentuhan maskulin manakala perempuan yang akan menjadi isteri juga menyukai lelaki yang mempunyai sentuhan feminin.

Ringkasnya, suami akan suka isteri yang boleh berdikari menyelesaikan beberapa tugasan atau kerja-kerja yang selama ini dilakukan oleh suami, manakala isteri juga menyukai suaminya sekali sekala buat kerja rumah dan memasak untuk keluarga. Ada kalanya suami memerlukan isteri membantunya dalam menyelesaikan kerja-kerja yang selama ini suami yang lakukan, adakalanya si isteri memerlukan suami untuk ringan tulang dalam hal berkaitan house-chores.

Tiadalah itu satu harapan yang melangit, melainkan rasa ingin merealisasikan sesuatu yang sudah berkurangan dalam kehidupan insan hari ini. Rasulullah s.a.w dalam kesibukannya berdakwah dan menjadi penghulu ummat juga mampu memenuhi hak-hak keluarganya, dan membina satu keluarga Islami yang bahagia, maka kita juga berusaha untuk menjadi seperti baginda.

Saya tidak setuju kalian bercinta sebelum kahwin. Cinta tidak salah, tapi masalah besar adalah orang bercinta, salah meletakkan harga sebuah cinta. Kalau sudah rasa tidak mampu, maka jauhilah maksiat cinta.

Kebanyakan orang bercinta terbawa-bawa dengan khayalan cinta sehingga bersikap terlalu romantik. Bila berbual, banyak control macho sehingga tidak berani bercakap jujur dalam hal-hal tertentu. Bila bercakap, banyak tipu dari memberitahu perkara yang sebenar. Bila merancang, banyak manis dari yang pahit. Bila berjanji banyak hipokrit dari realistik. Ini lumrah orang bercinta. Kerana itu, elakkan mengenali pasangan terlalu intim sebelum berkahwin. Dibimbangi, kalian terkejut selepas berkahwin.

Sanggupkah kalian bercinta?

Tuesday, December 7, 2010

Liverpool 3 Aston Villa 0 ( English Premier League 6 December 2010 )



Liverpool midfielder Lucas fight for the ball with Villa's Marc Albrighton











Liverpool's stand-in strikers shrugged off the absence of Fernando Torres to secure a comfortable 3-0 victory over Aston Villa and make it an unhappy return to Anfield for former Reds manager Gerard Houllier.

With Torres given the night off to be with his wife Olalla, who had gone into labour with their second child, David Ngog and Ryan Babel ensured he was not unduly missed with first-half goals.

Maxi Rodriguez added the third in the 55th minute to make it four successive Barclays Premier League victories for Liverpool at Anfield.

In truth Villa, like previous visitors West Ham, posed little in the way of a threat but there were some encouraging performances from Liverpool all the same.

Raul Meireles, having been given an extended run in the centre in the absence of the injured Steven Gerrard, is starting to look like an £11million midfielder and was in the midst of most of the hosts good play.

Ngog and Babel will also have gained plenty of confidence from their performances, although they will have to prove they can do it against better opposition than this if they are to have long-term futures at Anfield.

Almost forgotten in all the attacking play was Jose Reina's clean sheet, his 100th in 198 league matches breaking by some considerable distance the previous record held by Reds great Ray Clemence - who took 217 games to reach the landmark.

Houllier, who won five trophies in his six-year spell at Anfield - and four alone in 2001 - to cement his place in the club's history books was welcomed back by a club motif-emblazoned banner on the Kop which read Gerard's Heart Beats.

It may have skipped a beat in only the third minute when Dirk Kuyt volleyed wide after Ngog's two headers from Meireles' right-wing free-kick were not cleared.

Set-pieces were a weakness for Villa all night and they were undone by one in the 14th minute.

Meireles' clipped delivery picked out Martin Skrtel who speared a header back across goal and the diving Ngog could not fail to nod in from barely three yards.

It was the Frenchman's eighth goal of the campaign - although only his second in the league - and it took him past Gerrard as the club's leading scorer this season.

Two minutes later Liverpool had doubled their lead with Babel justifying manager Roy Hodgson's faith to select him up front.

The Dutchman has consistently failed to impress since his £11.5million move from Ajax in 2007 but his goal was an example of the talent - which some would argue he has wasted - at his disposal.

Playing on the shoulder of Stephen Warnock, Babel allowed Lucas Leiva's lofted ball to drop out to his right and he swivelled to smash a shot across Brad Friedel and inside the far post.

Sotirios Kyrgiakos could have made it 3-0 in the 27th minute but planted wide his far-post header from Meireles' free-kick while Babel curled a first-time shot just wide of Friedel's left-hand post from the Portugal international's low cross.

Villa had one chance to get back in the game just after half-time but Gabriel Agbonlahor's close-range shot from Stewart Downing's cross was half-saved by Reina and the ball cleared by Paul Konchesky.

Moments later a counter-attack of brilliant simplicity finished them off.

Reina collected and instantly rolled the ball 30 yards down the middle of the pitch to Rodriguez, who offloaded to Ngog out to the left and then perfectly timed his run to sidefoot home the return pass 40 yards further up the pitch.

Rodriguez looks increasingly at home out on the left and, having scored just one goal in his first five months after joining last January, he now has three in his last seven matches.

Only former Liverpool goalkeeper Friedel prevented a fourth, parrying away Johnson's shot after he had weaved his way into the area.

Kyrgiakos' header from Meireles' corner was cleared off the line by Jonathan Hogg as Villa threatened to buckle completely.

The Kop, as in years gone by, sang the names of Houllier and his assistant Gary McAllister but it was more out of sympathy than anything else.

Hodgson, who has yet to win over the Anfield faithful, stood unmoved on the touchline safe in the knowledge three points were safe - which Houllier would testify is how all managers are ultimately judged.

Teams:

Liverpool Reina, Johnson, Kyrgiakos (Kelly 83), Skrtel, Konchesky, Kuyt (Cole 80), Meireles, Lucas, Maxi (Aurelio 76), Babel, Ngog.

Subs Not Used: Jones, Jovanovic, Poulsen, Shelvey.

Goals: Ngog 14, Babel 16, Maxi 55.

Aston Villa Friedel, Luke Young, Dunne, Collins, Warnock, Albrighton (Pires 65), Clark (Delfouneso 46), Hogg, Downing, Ireland, Agbonlahor (Carew 66).

Subs Not Used: Guzan, Cuellar, Lichaj, Herd.

Booked: Clark.

Att: 39,079

Monday, December 6, 2010

cintaku pada si dia......~~

Cinta itu buatkan
Cinta utamaku lemah
Cinta aku pada si dia
Buatkan cinta aku pada Tuhan
Allah Yang Maha Esa..

Buatkan cintaku pada Rasulullah
Kekasih Yang Maha Kuasa
Buatkan cintaku pada agama
Islam yang gah agung
Buatkan cinta aku pada iman
Nur yang sentiasa terang
Seakan-akan goyah
Umpama meniti jambatan rapuh
Yang kalau-kalau ditiup angin kencang
Rebah sujud sia-sia ke bumi

Cinta aku pada si dia
Mencalar kotor pada pahalaku
Bertambah erat pula
Pegangan si dosa-dosa
Cintaku pada si dia
Buatkan jiwaku resah
Bernanah dengan maksiat
Zina mata, zina hati
Buat aku terus-terusan gelisah
Melihat pasangan lain
Melayari bahtera durjana
Yang kononnya indah
Walhal aku tahu
Halal haramnya...
Meskipun aku tahu
Baik buruknya...
Sungguhpun aku tahu
Azab dan siksanya...

Bukankah cintaku aku pada si dia
Harus bawaku dekat
Ke kota pujaanku...syurga
Bukankah cinta aku pada si dia
Harus jauhkan aku sejauh-jauhnya
Dari neraka yang pedih azabnya

Jadi...
Mana mungkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah cinta bisikan Allah
Mana mugkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah cinta yang bisa buatkan aku
Bahagia dunia akhiratnya
Mana mungkin cinta ini
Cinta aku pada si dia
Adalah suci, tulus dan perawan

Aku muhasabah nilai cinta ini
Sebak dada, kusut jiwa
Menitis air mata seorang hamba derhaka
Mengenangkan betapa murahnya nilai cinta ini
Hinanya cinta ini disisi tuhan

Cinta yang aku dambakan
Cinta aku pada si dia
Tiada apa-apa erti buat tuhan
Hanya lumpur noda mengundang murka...

Rupa-rupanya
Cinta aku pada si dia
Tidak layak menggapai rahmat
Tidak layak menjemput berkat
Dan tidak akan pernah mengundang keredhaan

Maafkan aku Ya Allah
Maafkan aku untuk ada rasa
Cinta aku pada si dia
Yang tidak ada nilai di mata mu Tuhan

Ya Allah
Jodohku ditanganmu
Kalau benar
Cinta aku pada si dia
Hanya menambah timbunan dosa
Aku mohon ampun Ya Allah

Doaku...
Harapanku...
Pintaku dengan harap...
Harap dengan sangat...
Penuh rendah diri sebagai hambamu
Kurniakan aku masjid yang sempurna
Dengan jodoh yang baik-baik
Penuhi pertemuan dan perpisahannya
Dengan iman, nur dan rahmatmu...
Biar jodohku itu...
Buatkan aku dekat padamu Ya Allah
Biar jodohku itu...
Buatkan syurga nanti jadi naungan untukku
Biar jodohku itu...
Buatkan aku lebih mencintaimu
Lebih dari segalanya Ya Tuhan...
Ya Allah... Amin...

Thursday, December 2, 2010

Steaua Bucharest 1 Liverpool 1 ( Europa League Group K Matchday 5 , 2 December 2010 )


Liverpool's Dani Pacheco ( in white ) challenging for the ball with a Steaua Bucharest player


Liverpool secured top spot in Group K of the Europa League with a draw against Steaua Bucharest in Romania but required a helping hand from their rivals after a howler from goalkeeper Jose Reina.

Milan Jovanovic's first-half header was cancelled out when the Reds captain on the night allowed Eder Bonfim's effort to escape his grasp and creep over the line.

A point would have been enough to put Roy Hodgson's side through but Utrecht's 3-3 draw with Napoli ensured they could not be caught at the top of the table with a match still to play.

The Reds boss put his faith in fringe players and reserves having travelled to Romania without eight first-teamers, only three of whom were injured, and he was rewarded by the likes of Jovanovic and Babel.

Neither has made much of an impression to date in their Anfield careers, although Jovanovic admittedly has only had a little more than four months to settle in.

However, they both did a decent enough job on a night when they could easily have gone missing again.

The same could not be said of Joe Cole, returning from a five-week lay-off with a hamstring injury.

Hodgson had admitted before the game the England international was low on confidence after a suspension and injury-interrupted start to his Liverpool career and that showed in his performance.

Despite playing in his supposedly favourite position behind the striker Cole cut a peripheral figure and was unable to affect the game in any way before he was replaced 15 minutes from time by David Ngog.

The opening exchanges were unremarkable except for plenty of non-harmful Steaua possession and Reina, captaining the side in the absence of the injured Steven Gerrard and Jamie Carragher, being targeted by a fan with a laser pen.

It was the second occasion this season the Spain international has had to contend with the irritation, the first coming in their Europa League play-off against Trabzonspor in August.

A complaint to Turkish referee Bulent Yildirim and a stadium announcement thankfully appeared to halt the offender.

By that time, however, Steaua should have been ahead but Eric Bicfalvi headed over left-back Iasmin Latovlevici's cross from eight yards.

It proved to be a costly miss as Liverpool took the lead with their first chance in the 19th minute.

Jovanovic, whose only previous significant contribution since joining in the summer was to score in the ill-fated Carling Cup exit to Northampton, started and finished the move.

The Serbia international, who has been linked with a move back to former club Standard Liege despite only leaving in the summer, worked the ball out to Babel on the right.

When the Dutchman crossed to the far post Jovanovic headed home and celebrated by kissing the badge on his shirt, pointing at the handful of travelling Liverpool fans and then the floor - intimating that he wanted to stay at Anfield.

Babel almost had a hand in creating a second goal but his pass which picked out Cole on the penalty spot was miscontrolled and Dani Pacheco eventually bundled a shot wide from the edge of the area.

But Liverpool had a lucky escape in the dying seconds of the first half when in-form striker Bogdan Stancu, scorer of 12 goals in 17 league appearances, somehow stabbed wide from eight yards when it seemed easier to score.

Early in the second half Reina saved low from Geraldo Alves' header and tipped Stancu's shot, which looped up off Fabio Aurelio, over the crossbar.

The Steaua striker played a significant part without actually touching the ball in the home side's 61st-minute equaliser.

Stancu was positioned in front of Reina - played onside by Danny Wilson - when Eder Bonfim launched his header but the goalkeeper, distracted by his opponent's presence, allowed the ball to squirm out of his grasp, through his legs and over the line.

Sotirios Kyrgiakos powered a header at the crossbar and over from Aurelio's corner as the visitors responded.

But ultimately Liverpool were happy to hang on for a third point in as many Group K away matches, maintaining their unbeaten run in Europe this season, and that was enough to achieve their objective.

Teams

Steaua Bucuresti Tatarusanu, Eder, Geraldo, Gardos, Latovlevici (Szekely 80), Gomes, Bicfalvi (Angelov 46), Nicolita, Surdu, Tanase, Stancu.

Subs Not Used: Lungu, Emeghara, Abrudan, Martinovic, Matei.

Booked: Surdu, Nicolita, Eder.

Goals: Eder 61.

Liverpool Reina, Kelly, Kyrgiakos, Wilson, Aurelio, Poulsen, Pacheco (Lucas 89), Shelvey, Jovanovic (Eccleston 78), Cole (Ngog 75), Babel.

Subs Not Used: Jones, Skrtel, Flanagan, Robinson.

Goals: Jovanovic 19.

Att: 20,000